-->

Penjelasan Jalur Prestasi PPDB 2022


Informasi berikut ini bersumber dari Juknis PPDB SMA/SMK Jawa Tengah 2022

Penjelasan Jalur Prestasi 

  1. Jalur PPDB Prestasi adalah jalur PPDB yang menggunakan seleksi prestasi Calon Peserta Didik. 
  2. Calon Peserta didik yang masuk melalui jalur prestasi merupakan peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi Sekolah yang bersangkutan. 
  3. Calon Peserta Didik pada jalur prestasi yang diterima paling banyak 20% (dua puluh persen) dari daya tampung yang tersedia pada Satuan Pendidikan. 
  4. Komponen penilaian yang menjadi dasar dalam penghitungan nilai akhir pada jalur prestasi berdasarkan penghitungan nilai rapor semester 1 (satu) sampai dengan semester 5 (lima) SMP/sederajat pada mata pelajaran yang ditentukan, ditambah dengan bobot nilai prestasi hasil perlombaan dan/atau penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat intenasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota 
  5. Calon Peserta Didik dengan prestasi Juaral, I, II, III Internasional dan Juara I Nasional dari kejuaran yang diselenggarakan secara berjenjang diberikan prioritas langsung diterima. 
  6. Bobot nilai prestasi hasil perlombaan ditentukan berdasarkan bobot nilai prestasi tertinggi yang dimiliki oleh Calon Peserta Didik dengan ketentuan :
    a, Bukti atas prestasi diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB dan prestasi tersebut diperoleh pada jenjang pendidikan SMP/sederajat.
    b. Bukti prestasi sebagaimana tersebut dalam huruf a harus mendapatkan pengesahan dari Kanwil Kemenag atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya.
    c. Calon Peserta Didik yang berasal dari Satuan Pendidikan SMP/sederajat yang berasal dari luar Provinsi Jawa Tengah dilakukan verifikasi dan/atau pengujian oleh Satuan Pendidikan yang dituju sebelum ditetapkan bobotnilainya. 
  7. Dalam hal jumlah Calon Peserta Didik pada jalur prestasi tidak mencapai 20% (dua puluh persen), maka sisa kota dialihkan ke jalur zonasi.

Jenis Kejuaraan

Jenis-jenis kejuaraan yang diberikan bobot nilai, diklasifikasikan dalam 2 (dua) jenis kejuaraan, yakni kejuaraan berjenjang dan kejuaraan tidak berjenjang sebagai berikut: 

1. Kejuaraan Berjenjang 

Tingkat Nasional 

  • Olimpiade Sains Nasional (OSN)/Kompetisi Sains Nasional (KSN). 
  • Kompetisi_ Olahraga Siswa Nasional (KOSN)/Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). 
  • Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N)
  • Gala Siswa Nasional (GSI)
  • Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN)
  • Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KOPSI)
  • Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional.
  • Pekan Olahraga Pelajar Daerah/Nasional (POPDA/ POPNAS) 
  • Lomba Tingkat (LT) Pramuka Penggalang
  • Pramuka Garuda Berprestasi. 
  • MTQ Pelajar. 
  • Pekan Paralympic Pelajar Nasional (PEPARNAS). 
  • Kuis Ki Hadjar..
  • Lomba Keterampilan Siswa Nasional Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI)..

Tingkat Internasional

  • International Mathematics and Science Olympiad (IMSO)
  • International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) 
  • International Physics Olympiad (IPhO) 
  • International Chemistry Olympiad (IChO) 
  • International Biology Olympiad (IBO)
  •  International Geography Olympiad (IGeO) 
  • International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)
  • International Olympiad in Informatics (IOI)
  • The Asia Pasific Informatic Olympiad (APIO) 
  • Asean School Games

Pembobotan Nilai Prestasi Berjenjang

2. Kejuaraan Tidak Berjenjang

Kejuaraan tidak berjenjang merupakan prestasi selain sebagaimana tersebut dalam kejuaraan berjenjang dengan pembobotan nilai sebagai berikut :

Kelengkapan Dokumen

  • Buku Rapor SMP/sederajat 
  • Surat Keterangan Nilai Rapor Semester I - V SMP/sederajat yang diterbitkan oleh Satuan Pendidikan yang bersangkutan. 
  • Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah Satuan Pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat. 
  • Akta kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal Tahun Ajaran bara 2022/2023, dan belum menikah.
  • Kartu Keluarga yang masih berlaku. 
  • Piagam prestasi tertinggi yang dimiliki dan sesuai kriteria yang ditetapkan, yang diterbitkan paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB dan telah mendapatkan pengesahan dari Kanwil/Kantor Kemenag/Dinas Pendidikan Kabupaten /Kota sesuai kewenangannya.

Ketentuan Prioritas Seleksi Jalur Prestasi

  • Hasil penjumlahan nilai prestasi (nilai rapor + bobot nilai prestasi kejuaraan);
  • Usia yang paling tinggi Calon Peserta Didik.

Konversi Akreditasi

Penghitungan nilai rapor pada jalur prestasi SMA dan seleksi SMK mempertimbangkan akreditasi sekolah dengan konversi yang ditetapkan sebagai berikut: 
  1. Akreditasi A : 1,0 
  2. Akreditasi B : 0,9 
  3. Akreditasi C : 0,8
  4. Tidak Terakreditasi : 0,7

Nilai Akhir 

Penetapan nilai akhir dilakukan setelah keseluruhan proses dilaksanakan, dan merupakan akumulasi dari komponen penilaian. 
  1. Komponen penilaian untuk penghitungan nilai akhir pada PPDB SMA Jalur Prestasi meliputi:
    a. Jumlah Rata-Rata Nilai Rapor (NR) semester I s.d V SMP/MTs atau yang sederajat;
    b. Bobot Nilai Kejuaraan (NK); 
  2.  Berdasarkan komponen penilaian tersebut, selanjutnya diformulasikan ke dalam rumus:  NA SMA= (NR x Nilai Akreditasi) + NK